WAJAH, SULTRA, COM– Samarinda: Surah Al-Asr adalah salah satu surat yang paling pendek dalam Al-Qur’an, tetapi memiliki makna yang mendalam. Dalam surah ini, Allah bersumpah dengan waktu untuk menegaskan bahwa manusia pada umumnya berada dalam kerugian, namun Allah memberikan pengecualian bagi mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Dalam tausiyahnya, Didi Supriadi menyampaikan, surah ini adalah pengingat bagi kita untuk selalu menjaga kualitas keimanan dan amal sholeh, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Allah Swt berfirman dalam surah Al-Asr ayat 1-3, “Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” Ayat ini mengajarkan, waktu adalah aset yang sangat berharga, dan hanya dengan iman, amal sholeh, serta nasihat yang baik, kita dapat terhindar dari kerugian yang dimaksud.
“Kita harus terus memelihara keimanan dan amal kita, serta menyebarkan nasihat yang bermanfaat bagi sesama,” kata Ustaz Didi di acara Mutiara Pagi RRI Pro 1 Samarinda, Minggu (14/12/2025).
Ustaz Didi Supriadi juga menegaskan pentingnya ilmu dalam memperkuat keimanan. “Ilmu adalah kunci untuk memperdalam pemahaman kita tentang agama,” ujarnya. Dalam konteks ini, surat Al-Asr mengingatkan kita bahwa tanpa ilmu, kita mungkin akan terjebak dalam kerugian, meskipun kita sudah berusaha berbuat baik.
Ia menambahkan, dengan ilmu, amal sholeh kita akan lebih terarah dan bermakna, karena Allah memerintahkan kita untuk menuntut ilmu agar amal kita menjadi sahih dan diterima. Selain itu, Ustaz Didi juga menyentuh aspek penting dari dakwah. Ia mengatakan, dakwah bukan hanya tanggung jawab para ulama, tetapi setiap Muslim harus berperan dalam menyebarkan kebaikan.
Dalam ayat yang sama, Allah berfirman bahwa orang yang beriman dan beramal saleh adalah mereka yang juga saling menasehati dalam kebenaran. “Dakwah ini bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, seperti mengajarkan satu ayat kepada orang lain,” ucapnya.
Ustaz Didi juga mengungkapkan, sebagai seorang muslim perlu memahami tujuan hidupnya. “Kita berada di dunia ini bukan hanya untuk mencari kenikmatan duniawi, tetapi untuk mengabdi kepada Allah dan beramal sholeh,” katanya. Ia menambahkan bahwa setiap Muslim harus senantiasa merenung dan bertanya pada diri sendiri, apa yang telah dilakukan untuk memperbaiki diri.












