BERITA UTAMA

Imbas Asap Selimuti Langit Sulawesi Tenggara, Gubernur ASR Rencana Pasang Alat Deteksi Kualitas Udara

24
×

Imbas Asap Selimuti Langit Sulawesi Tenggara, Gubernur ASR Rencana Pasang Alat Deteksi Kualitas Udara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka saat diwawancara di kawasan olahraga Lakidende Kendari, Senin (12/10/2026). Ia mengungkapkan rencana pemasangan alat pendeteksi kualitas udara seperti yang tersedia di Jakarta. Nyaris seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) diselimuti asap dalam beberapa hari terakhir

KENDARI, WAJAH SULTRA, COM–Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka saat diwawancara di kawasan olahraga Lakidende Kendari, Senin (12/10/2026). Ia mengungkapkan rencana pemasangan alat pendeteksi kualitas udara seperti yang tersedia di Jakarta.  Nyaris seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) diselimuti asap dalam beberapa hari terakhir.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), asap yang menyelimuti langit Sultra berasal dari luar daerah.

Menurutnya, angin membawa asap dari wilayah lain hingga masuk ke Sultra.

“Ini kan angin yang bawa, kan. Jika asap ini sudah masuk kategori bahaya, mata kita akan merasakan pedas, tapi ini belum,” kata Purnawirawan TNI AD itu, Selasa (13/10/2026).

Meski belum merasakan dampak tersebut, mantan Komandan Korem 143 Halu Oleo ini menegaskan kondisi itu tidak serta-merta menunjukkan bahwa kualitas udara aman.

Pemprov Sultra akan melihat hasil pemantauan untuk mengetahui tingkat kebersihan udara dan potensi bahayanya bagi masyarakat.

“Kita mau lihat dulu kualitas udaranya, masuk kategori apa. Bersih atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie menyampaikan kabut asap yang menyelimuti 17 kabupaten dan kota di Sultra memiliki jarak pandang kurang dari 5 kilometer.

Kondisi tersebut terpantau melalui hasil observasi pada 12 Oktober 2026 dan citra satelit Himawari.

“Berdasarkan prakiraan BMKG Provinsi Sulawesi Tenggara, potensi asap kategori sedang masih berlangsung pada 13-14 Oktober 2026,” kata Faizal, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Sultra tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah setempat, tetapi juga terbawa angin dari daerah lain.Berdasarkan pemantauan pola angin regional, angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *