KENDARI, WAJAH SULTRA, COM– Sejumlah pemuda dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Partai Gerindra.
Kegiatan ini berlangsung di Asrama Haji, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, Selasa (27/10/2026) malam.
Langkah kaderisasi ini digencarkan guna memperkuat kedisiplinan dan loyalitas kader muda. Sekaligus menyiapkan garda terdepan pengawal program pemerintah serta persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Kegiatan yang dirancang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara sekaligus Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Sultra, Andi Sumangeruka.
Saat pembukaan tersebut, ASR didampingi Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar.
Pembukaan diklatsar juga dihadiri jajaran bupati serta anggota DPRD tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar, menjelaskan diklatsar merupakan program strategis berskala nasional yang diselenggarakan serentak di seluruh penjuru Indonesia.
Meskipun pendaftaran terbuka untuk umum, mayoritas peserta yang diutus oleh Pengurus Cabang (DPC) di wilayah Sultra didominasi oleh kelompok pemuda dan generasi milenial.
“Alhamdulillah, untuk wilayah Sulawesi Tenggara kegiatan dipusatkan di Asrama Haji Kendari dengan peserta yang mewakili seluruh kabupaten dan kota. Antusiasme generasi muda sangat tinggi, memperlihatkan bahwa program kaderisasi ini diminati oleh kalangan pemuda,” ujar Ady.
Baca juga: Andi Sumangerukka Terima KTA Gerindra dari Prabowo Subianto, Bareng Bobby Nasution dan Ahmad Lutfi
Ketua KONI Sultra ini menambahkan, pembekalan materi dalam pelatihan ini ditujukan untuk menempa karakter serta kesiapan para kader dalam menghadapi kontestasi politik Pemilu 2029.
Sekaligus menyokong dan mengawal realisasi program-program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Selama pelaksanaan diklatsar, para peserta dibekali serangkaian materi pokok mengenai keorganisasian, kedisiplinan, solidaritas, hingga peta politik nasional yang dibawakan oleh sejumlah tokoh partai.
Dalam sesi materi wawasan kebangsaan, gubernur dengan akronim ASR ini menekankan pentingnya membangun cara pandang yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
ASR menguraikan bahwa penanaman rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan harus dimulai dari tindakan nyata sehari-hari, salah satunya melalui keberpihakan pada karya anak bangsa. (***)












