KENDARI, WAJAH SULTRA, COM–Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, saat diwawancarai soal antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Kamis (10/9/2026).
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menanggapi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Menurut Gub, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di provinsi penghasil nikel ini.
“Kalau melihat kondisi yang ada, sebenarnya ketersediaan BBM itu sudah cukup. Artinya masih dalam batas wajar,” kata purnawirawan TNI AD ini saat diwawancarai di Kota Kendari, Kamis (10/9/2026).
Mantan Komandan Korem 143 Halu Oleo ini, menyampaikan antrean kendaraan di SPBU disebabkan adanya pembelian BBM bersubsidi atau Pertalite yang menggunakan barcode.
Setiap transaksi BBM bersubsidi harus melalui proses pemindaian, sehingga waktu pelayanan di SPBU menjadi lebih panjang dibandingkan pembelian BBM nonsubsidi.
“Antre itu kan karena ada barcode, dan itu kan karena subsidi. Jadi yang masalah itu kan subsidi, sedangkan yang tidak subsidi kan tidak,” ujarnya.
Sementara itu, terkait langkanya Pertalite di tingkat pengecer, lulusan Akademi Militer (Akmil) ini, menyebut pihaknya belum melakukan pengecekan di lapangan.
Namun, ia akan meminta penjelasan dari Pertamina dalam rapat pengendalian inflasi yang digelar Pemerintah Provinsi Sultra setiap Senin.
“Kita setiap hari Senin selalu ada rapat inflasi. Itu juga melibatkan teman-teman Pertamina. Nanti kita akan tanyakan,” jelasnya.
Sementara itu, fenomena antrean BBM jenis Pertalite masih terlihat di sejumlah SPBU Kota Kendari hingga saat ini.
Seperti di SPBU Saranani, Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, antrean kendaraan roda dua sampai mengular hingga ke bahu jalan sekitar perempatan antara Jalan Malik Raya dan Jalan Supu Yusuf.
Berbeda dengan kendaraan roda empat, antrean mobil terlihat sampai di lampu merah Jalan H Supu Yusuf, depan salah satu coffee shop. Selain SPBU Saranani, deretan kendaraan juga terlihat di SPBU Rabam, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Antrean mobil mencapai jembatan Jalan Saosao depan tulisan Kali Kadia, berderet ke Jalan Kol H Abdul Hamid, hingga akhirnya masuk ke sekitar SPBU.
Sementara itu, konsumsi BBM Pertalite di ibu kota Provinsi Sultra diklaim mengalami peningkatan sekitar 10 persen. (***)












