BERITA UTAMA

Bimbel Untuk Paskibraka Sultra 2026 Yang Ingin Masuk TNI Hingga Sekolah Kedinasan, Janji Gubernur ASR

32
×

Bimbel Untuk Paskibraka Sultra 2026 Yang Ingin Masuk TNI Hingga Sekolah Kedinasan, Janji Gubernur ASR

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) menjanjikan bimbingan belajar bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sultra 2026 yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan maupun berkarier di TNI dan Polri.

KENDARI, WAJAH SULTRA, COM– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) menjanjikan bimbingan belajar bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sultra 2026 yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan maupun berkarier di TNI dan Polri.

ASR menyampaikan rencana tersebut setelah mengukuhkan 49 anggota Paskibraka Sultra 2026 di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Sabtu (15/8/2026).

Lebih jauh  ASR mengatakan, fasilitas bimbingan belajar itu diberikan sebagai dukungan bagi anggota Paskibraka yang ingin mempersiapkan diri mengikuti seleksi masuk Akademi TNI, kepolisian, maupun sekolah kedinasan seperti Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).

“Bagi mereka yang mau masuk Akademi TNI, kepolisian, maupun STPDN, kita berikan ruang karena kita perlakukan sama,” kata ASR.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra akan menyiapkan tenaga pengajar untuk memberikan bimbingan kepada para calon peserta. Khusus persiapan masuk STPDN, kegiatan bimbingan belajar rencananya dipusatkan di Kendari.

ASR mengatakan anggota Paskibraka tidak perlu mengikuti seleksi khusus untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Mereka cukup menunjukkan sertifikat sebagai anggota Paskibraka dan menyampaikan pilihan jalur pendidikan atau karier yang ingin ditempuh.

“Kalau yang Paskibraka, dia menunjukkan sertifikat. Kemudian dia punya keinginan ke mana, nanti kita fasilitasi,” ujarnya.

Sebanyak 49 anggota Paskibraka Sultra 2026 yang dikukuhkan terdiri atas 31 putra dan 18 putri. Mereka merupakan perwakilan dari 16 kabupaten dan kota di Sultra, sedangkan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) tidak mengirimkan perwakilan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *