KENDARI, WAJAH SULTRA, COM– “Usia boleh menua, tetapi semangat juang tidak pernah mengenal batas waktu. Veteran bukan hanya pelaku sejarah, melainkan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa,” kata Andi Sumangerukka saat menghadiri upacara peringatan Hari Veteran Nasional di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Kota Kendari, Senin.
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mengajak seluruh warga di wilayah Bumi Anoa untuk menjadikan veteran sebagai sumber inspirasi hidup dalam membangun bangsa.
Gubernur mengatakan momentum peringatan yang jatuh pada 10 Agustus ini mengingatkan bangsa Indonesia pada keberhasilan Pertempuran Surakarta pada Agustus 1949, yang menjadi bukti nyata teguhnya tekad mempertahankan kemerdekaan hingga lahirnya pengakuan kedaulatan.
Menurutnya, nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, keberanian, persatuan, rela berkorban, pantang menyerah, disiplin, integritas, serta cinta tanah air merupakan warisan moral yang harus terus ditanamkan kepada setiap generasi penerus.
“Kemajuan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan teknologi, melainkan membutuhkan kekuatan karakter yang berakar pada nilai-nilai perjuangan tersebut,” ujar Andi Sumangerukka.
Di tengah dinamika global, perubahan sosial, serta perkembangan teknologi yang cepat, ia menilai warisan semangat veteran menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan nasional. Nilai-nilai tersebut dinilai kian relevan sebagai kompas moral dalam menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan.
Mengusung tema “Veteran Menjaga Nilai Juang Menginspirasi Indonesia Maju”, Andi Sumangerukka pun mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak memandang para pejuang sekadar bagian dari catatan masa lalu.
“Saya mengajak masyarakat untuk tidak memandang veteran hanya sebagai bagian dari masa lalu, tetapi menjadikan veteran sebagai sumber inspirasi yang hidup,” sebut Andi Sumangerukka.
Upacara peringatan Hari Veteran Nasional yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sultra tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sultra guna mengenang jasa para pejuang sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan. (***)












